Kegiatan Informasi dan transaksi elektronik telah menjadi kebiasaan bahkan adat di negara kita yaitu, Indonesia. sebagai warga negara yang menjunjung tinggi norma yang berlaku kita harus mengetahui UU yang telah ditetapkan untuk warga negara untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Informasi dan transaksi elektronik harus kita pahami agar tidak terjadi beberapa hal yang tidak kita inginkan, agar menuntut kita menjadi masyarakat yang selalu memanfaatkan elektronik dengan mencari informasi dan melakukan transaksi. berikut ini adalah penjelasan norma mengenai informasi dan transaksi elektronik
UU ITE
Kamis, 22 Desember 2016
SEMANGAT BARU MAHASISWA
Semangat muda kita rasakan dan harus dimanfaatkan..
semangatmu ada disetiap harimu..
semangat barumu datang di pagi harimu
tentukan impianmu dengan semangatmu
saya punya cerita kegiatan sehari-hari
tentang kegiatan yang setiap hari saya lakukan
ikuti aturannya, tetap berjalan apapun hasilnya
tak bakat tai sok bakat
tak bisa tapi sok bisa
Kamis, 10 November 2016
Pialamu Pialaku
Selayaknya panorama hijaunya pedesaan,
Kemarau datang maka yang terpandang hanyalah kelayuan,
Kemarau datang maka yang terpandang hanyalah kelayuan,
Meretak kering, kaku penuh amarah kedahagaan
Menuntun mata menatap desa lain
Akan tetapi mata tetap terpaku beku dengan panorama desa kering keronta yang terbiasa ditatapnya,
Ketika penghujan tiba mata tak henti memuji
Wajah si desa yang berseri-seri, penuh gelak tawa,
Dan sesekali menyapa mata dengan meniupkan angin lembutnya
Menyentuh kelopak mata dan membuat mata terbelai perlahan-lahan
Hingga ketagihan ingin merasakan kembali.. merasakan tak ada henti..
Ketika si desa sedang merasakan penghujan tiba-tiba api merambat dengan cepat merajalela ditubuhnya karena ulah yang disengaja..
Jeritan, tangisan yang meronta-ronta tak bisa tertahan membuat air mata berlarian keluar tak kembali untuk menyaksikannya tanpa pamit kepada mata,
Mata berusaha untuk menutup diri agar tak melihat panorama desa
Tetapi panorama itu tetap terlihat dan membayangi
Itulah alasan mata tak dapat perpaling memandang si desa.
Yang paling menakutkan adalah ketika sang kemarau tiba dan tubuh desa terbakar oleh ulah yang disengaja pula,
Apa daya mata yang hanya bisa terdiam menanti nerakanya dan mengharap keajaiban surga menghampirinya terlebih dahulu.
Yang paling menakutkan adalah ketika sang kemarau tiba dan tubuh desa terbakar oleh ulah yang disengaja pula,
Apa daya mata yang hanya bisa terdiam menanti nerakanya dan mengharap keajaiban surga menghampirinya terlebih dahulu.
Segores tinta tak tertata rapi yang mengukir tentang mata dan desa
Mendorongku mengingat sosok orang terkadang tergesa-gesa mengikuti langkahku, terkadang menyeretku cepat dengan amarahnya,
Menutupi suatu hal yang meyakitkan jika aku tau,
Menjauhiku karna kesalahan fatalku
Tapi dengan tulus tak tulus dia tetap memperlihatkan dirinya dihadapanku
Memberikan senyuman entah pahit atau manis entah kecut atau gurih,
Membebaskan mulutnya melontarkan ucaan kepada
Tentang sedih dan bahagia
Teruntuk orang payahku
Hidupku hidupmu tunduk dengan kisah kita
Pahitmu kau lemparkan keras kemukaku
Kau payah.. kau benar-benar payah
Kau mngusikku menggangguku
Dengan cerita basimu, cerita tololmu
Cerita licikmu cerita pamermu
Hei orang payahku
Tabung saja payahmu sampai mati
Maunya kau kuajak payah
Menampung sedihku menampung bahagiaku
Tak usahlah kau pamer peran kepadaku
kiramu bisa orang payah pamer peran
pura-puramu bisa kutebak
ya.. meski hanya terkadang saja
orang payahku sahabatku
orang toloku sahabatku
orang licikku sahabatku
orang pamerku sahabatku
sahabat..
jangan buat mataku juling hanya karna kau tak tampak
aku gak mau galau aku gak mau resah
aku gak mau jombloku rasa pacar kalau kamu marah
tak anggap sajalah gayamu..seperti video diatas
jangan baper karna aku tak inginkan itu
karna aku menyadari bapermu hanya untuk pacarmu
sahabatku..
kelak ketika kita sudah menua
kulit kita keriput bersama tak semulus sekarang
kuharap kita masih saling memandang
saling menjadi saksi perubahan dunia yang begitu cepat
mengadu bersama kepada Tuhan tentang kemaksiatan kita
mengadu tentang ketidak adilan
Senin, 17 Oktober 2016
PENTINGNYA ETIKA BERINTERNET
Kalian semua pasti sudah tau donk iternet itu apa dan fungsinya untuk apa ?
Dalam penggunaan internet sendiri kita harus mengetahui apa aja manfaatnya.. meggunakan internet juga harus mengikuti aturan-aturan dan tidak boleh semena-men menggunakan internet.. ya intinya mengunakan internet itu juga harus beretika seperti kita sebagai masyarakat negara harus beretika yang baik , selalu mematuhi aturan dan tidak melanggar norma yang ada..
nah.. aku punya solusi ni buat kalian yang belum tau etika berinternet itu seperti apa.
berikut adalah tata cara berinternet yag baik. yuk cari tau apa saja etika berinternet yang baik itu yang bagaimana
Etika berinternet ala Bapak Andi
Kamis, 06 Oktober 2016
Kamis, 29 September 2016
KASIH SAYANG YANG HILANG
Langit yang masih berselimut kabut, membuat matahari malas memunculkan sosoknya. Ku tapakkan kakiku diatas tanah basah yang diguyur air hujan tadi malam, perlahan aku melangkah memasuki jalan yang begitu sempit, yang di apit oleh sawah-sawah, sesekali aku akan terjatuh ke dalam sawah dan kubenahi dengan menyeimbangkan kaki dan tubuh.
Tak terasa aku sampai di sebuah rumah yang kucari, ku ketok pintu rumah itu, namun tak ada jawaban, aku menunggu begitu lama, hingga akhirnya aku memutuskan untuk pergi berjalan-jalan melihat desa yang sudah lama ku tinggalkan ini.
Aku pergi menuju sebuah tempat .tempat ini merupakan tempat bermainku dengan sahabatku dulu. Kusibak-sibak rumput di bawah pohon. Aku duduk, menatap langit, melihat suasana desa. Meski kabut tak juga pergi, mengahalangi sinar matahari, panorama desa ini tetap indah..
Dari jauh, ku lihat petani yang begitu tertatih-tatih membawa sekarung padi hasil panennya. Hatiku terperanjat ingin menolong petani yang tak salah lagi dia tetap membutuhkan bantuan. Dengan tergesa-gesa aku menghampiri petani itu, rasanya tangan ini menyeretku ingin membantu. Langkahku semakin dekat, dan sepertinya petani itu menyadari ada yang menyusulnya dari belakang, namun reaksinya sepertinya tenang-tenang saja.. “mbaak…mbaak… ayo tak bantu” ku sentuh bahu dengan sedikit daging itu dari belakang. Petani itu membalikkan tubuhnya dengan hati-hati, takut padi yang dia bawa terjatuh. “aku masih bisa sendiri” dia membuka benda yang dia pakai diatas kepala yang tak lain adalah caping dan menatapku. Aku sangat terkejut, ternyuata orang dihadapanku adalah orang yang kucari dirumahnya tidak ada. “ mbak fa??” aku memanggilnya pelan. “ lia..” dia menyapaku dengan wajah yang memerah, mata yang berkaca-kaca, seakan dia ingin mengatakan sesuatu.
Dia membalikkan tubuhnya lagi dan berjalan dengan cepat, menahan beban yang dia bawa membuat di terdesak berjalan cepat agar sampai rumahnya. Di perjalanan pikiran di benakku mulai tak karuan menahan seribu pertanyaan. Apa yang terjadi? Mengapa mbak fa seperti ini? Menggendong padi? Sendiri? Mana embahnya? Diman bapak ibunya? Aku mencoba menahan pertanyaanku semua. Aku tak sanggup mengatakan di jalan dan seperrtinya akan menambah beban mbka fa semakin berat jika aku bertanya-tanya dijaln seperti ini.
Sampai dirumahnya, aku ikut masuk mnak fad an membantu padinya massuk ke dalam gudang. Rasanya tak mampu aku melihat isi rumah itu. Begitu selesai aku langsung keluar, duduk di bangku depan rumah, begitu menyakitkan, rumah yang dulu begiyu indah. Rumah yang dulu begiru ramai, ada tangisan adik mbak fa.. ada teguran nenek. Ada suara ibu mbak fa yang begitu keras. Dimana mereka semua? Mengapa rumah ini sekarang beggitu sepi. Tembok yang sudah runtuh sedikit demi sedikit, keamik yang sudah tak menyatu lagi. Atap yang sudah tak rapat lagi, dapat di masuki oleh air hujan.
Mbak fah menyusulku dengan membawakan minuman hangat untukku.
Mbak fah:" ini tehnya..Kenapa datang tak memberi kabar?"
aku :"bagaimana bisa kasih kabar? nomermu saja tidak aktif".
mbak fah:"tentu saja tidak aktif, handphoneku sudah ku jual."
aku :" mengapa di jual? menyusahkan saja!"
mbak fah tidak menjawab,tiba-tiba dia menangis melihatkan kesedihan yang dia rasakan selama ini.
mbak fah:" untuk biaya hidup."
aku :" biaya hidup? hidup siapa?" (aku memaksanya untuk
bercerita apa yang sebenarnya di jalani sekarang ini)
mbak fah:" hidupku. tanpa seorang ibu.. ayah.." ( tangisannya semakin
keras)
aku :" apa yang terjadi mbak? aku sama sekali tak mengerti."
mbak fah:" aku di sini sendiri, hidup sendiri, nenek sudah meninggal
tujuh bulan yang lalu."
aku :" ibu dan ayahmu kemana mbak?"
mbak fah:" mereka masih seperti dulu.."
aku :"lalu sekolahmu bagaimana?"
mbak fah:" aku tetap sekolah, hasil dari kerjaku sendiri.'
aku :" kerja apa?"
mbak fah:" ya.. seperti yang kamu lihat tadi.. setiap sore aku bekerja
sepulang sekolah."
dari kecil mbak fah memang tidak pernah mendapat kasih sayang dari orang tuanya, dia tidak pernah sedikit pun di beri uang untuk sekolah, dia bisa sekolah hasil dari embahnya.. Ayahnya, sering mabuk-mabukan, tanpa ada kesalahan mbak fah selalu menjadi bahan untuk di hantam, di maki-maki, bahkan dulu pernah di usir dari rumah, ibunya tak pernah sedikit pun membantu dan membela mbak fah. " kalau aku membelamu, lalu? mau makan apa aku dan adikmu kalau bukan dari ayahmu? lebih baik mendiamkan mu daripada mengurusmu!" kata ibu mbak fah dulu.
Waktuku dan mbak fah berbicara cukup lama, hingga tak sadar hari sudah petang aku harus kembali kerumahnya embah.. aku berpamitan, bersalaman dengan mbak fah. Dengan berat hati aku melangkahkan kakiku meninggalkan mbak fah." Mbak fah yang malang.. aku berjanji jika suatu saat aku menjadi orang yang lebiha baik dari sekarang, sudah bekerja,menjadi orang yang sukses aku akan mengajakmu menikmati indahnya dunia bersama..
Penghianatan
Kini aku hanya mampu menatap..
Tak mampu melangkah..
Tak mampu berkata..
hingga ku tak mampu semua..
Jiwaku kini telah remuk..
Karena kau tak pernah
Memberi keputusan..
Keputusan tuk bersama..
Janjimu telah terbungkus oleh kebusukan..
Yang tercampur oleh penghianatan..
Ucapan cinta, sayang
selama ini bukan hanya untukku
Tapi juga orang lain
Orang lain yang berada dalam hidup kita
Tak mampu melangkah..
Tak mampu berkata..
hingga ku tak mampu semua..
Jiwaku kini telah remuk..
Karena kau tak pernah
Memberi keputusan..
Keputusan tuk bersama..
Janjimu telah terbungkus oleh kebusukan..
Yang tercampur oleh penghianatan..
Ucapan cinta, sayang
selama ini bukan hanya untukku
Tapi juga orang lain
Orang lain yang berada dalam hidup kita
SINGKAT TAPI KOMA
ada yang menarik dari genggaman tangan ini
sekilas sentuhan tangan ini terjadi
sapa ikut berperan
senyum tak sabar keluar
tak disadari kamu menghilang
tanpa ku mencari
tanpa bersedih,rasa kehilangan tak hadir
menunggu tak pernah ada dalam daftar pikiranku
ku ikuti putaran panah arloji
dan kau hadir kembali
yaa.. aku menyadari
tetap biasa.. tanpa rindu
tanpa kebahagiaan
seperti inilah crita kita
saling menghilang, saling kembali
menghilang
kembali
menghilang
kembali
menghilang
baru kali ini aku merasakan kehilangan
tak hanya sekali aku membaca cerita kita dalam diary
akuilah
begitu berarti cerita kita
setiap akhir cerita slalu ada koma
yang membuat ceritanya tak pernah berakhir
lama kau menghilang
membuatku bimbang untuk menulis
titik atau
koma
Kabut Kepedihan
lembutmu hingga ku tak mampu merasakan
warnamu bercampur rata.. kabut? awan?
Kabut.. kenapa kau tak hitam?
Kau tak hitam,kau tak menakutkan
Tapi kenapa kau menyakitkan
Kau indah kabut, jika kupandang
Indahmu menyakitkan ditubuhku kabut
Apa sebenarnya yang kau perbuat
Kau bersamaku tapi aku tak dapat menyentuhmu
Rasa darimu ini membingungkan
Ini kebehagiaan apa kepedihan kabut?
Ada rasa bahagia disini.. diwajahku
Rasa sayang ada didalam hatiku
Tapi apa ini kabut?
Dalam tubuhku ini..
Hati kecilku kabut..
Kaukah?
Diammu tak mampu untuk ku maknai
Jawab kabut
Ini begitu
Sakiit.
Langganan:
Postingan (Atom)